Hingga saat ini, hanya sedikit orang yang pernah mendengar tentang pengembang asal Tiongkok Game Science, namun studio ini telah menghasilkan sebuah epik yang benar-benar orisinil.
Luyi4eStudio - Black Myth: Wukong adalah video gim yang terobsesi pada tontonan - tetapi untuk menginspirasi kekaguman perlu kepercayaan diri. Kepercayaan diri seperti itu jarang ditemukan pada game beranggaran besar, di mana kekhawatiran tentang kelezatan arus utama sering kali justru menginspirasi rasa takut di pihak pengembangnya. Berkat grafisnya yang canggih, Black Myth: Wukong tampak seperti game laris, tetapi game aksi ini sebenarnya adalah produk dari perusahaan indie asal Tiongkok, Game Science. Namun, pengalamannya begitu sempurna sehingga sulit dipercaya bahwa ini adalah game “premium” pertama dari studio tersebut.
Film ini didasarkan pada novel Asia Timur abad ke-16, Journey to the West, yang telah mengilhami banyak sekali budaya pop modern, mulai dari Dragon Ball hingga game Enslaved pada tahun 2010: Odyssey to the West. Anda bermain sebagai monyet batu, Sun Wukong, karakter utama dalam novel yang deskripsinya selalu ditakdirkan untuk menjadi protagonis dalam video game. Dalam cerita aslinya, Wukong dikatakan memiliki kekuatan dan kecepatan yang luar biasa, tetapi bukan hanya itu. Dia juga dapat berubah menjadi berbagai macam hewan dan benda, serta dapat memanipulasi cuaca. Oh, dan dia juga bisa membuat salinan dirinya sendiri, untuk berjaga-jaga jika satu monyet yang sangat kuat tidak cukup untuk menangani pekerjaan.
Semua kemampuan ini diperkenalkan dalam tutorial di mana Wukong menantang dewa-dewa seukuran gunung dan pasukan yang menghilang ke cakrawala. Ini seperti suntikan adrenalin, dan gim ini melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mempertahankan momentum ini selama 40 jam waktu bermainnya. Kemampuan Wukong yang sangat beragam dilengkapi dengan berbagai karakter yang dapat Anda kumpulkan dan gunakan, ala Pokémon, untuk membuat permainan tetap segar.
Salah satu hal yang membuat Wukong menjadi pengalaman yang begitu memukau adalah karena game ini meminjam konvensi game aksi modern yang sesuai dengan ceritanya, dan meninggalkan sisanya yang Anda harapkan di lantai ruang pemotongan. Pengaruh yang paling jelas terlihat di sini adalah genre “Soulslike”, jenis game yang terkenal menantang dan penuh dengan pertarungan bos yang megah dan lebih besar dari aslinya. Dalam game Souls yang asli, strukturnya dapat dianggap sebagai gelombang sinus yang naik turun. Satu lorong dengan beberapa musuh dapat membengkak hingga terasa seperti seluruh alam semesta saat pemain berjuang untuk mencapai sisi lain tanpa cedera. Kemajuan menjadi begitu bertahap dan melelahkan sehingga mencapai apa pun terasa seperti pencapaian besar. Pada saat Anda sampai pada pertarungan bos yang menakutkan, rasanya hampir seperti melegakan. Akhirnya, sumber kesengsaraan Anda yang tak berkesudahan terlihat semegah rasanya.
Kematian mungkin adalah sebuah kepastian, tetapi juga seperti merasakan reinkarnasi. Game seperti Wukong, yang berakar pada ajaran Buddha, sangat cocok untuk genre Soulslike. Bertemu dengan makhluk abadi dan yao gais adalah hal yang mendebarkan dan menakutkan dalam game ini, seperti yang disarankan oleh mitos. Sifat abadi dari Journey to the West juga memberikan kesan hidup yang terasa nyata meskipun Anda tidak terbiasa dengan ceritanya. Ada bobot dan kecepatan yang memuaskan dalam pertarungannya, tetapi detail yang lebih kecil, seperti merendam labu untuk meningkatkan kemampuan Anda, membuat alam semesta terasa lebih otentik.
Tidak seperti kebanyakan game aksi sejenisnya, Wukong bukanlah game dunia terbuka tidak ada peta mini yang dihiasi dengan tugas-tugas, tidak ada catatan pencarian yang harus diperiksa. Terkadang kurangnya bantuan bisa membuat Anda kewalahan. Setiap area baru memiliki kemungkinan tersesat, tetapi batas antara kecemasan dan kegembiraan sangat tipis. Wukong sangat efisien, tetapi menangkap pesona eksplorasi dengan lebih baik daripada game yang memamerkan ilusi keluasan, hanya untuk mereduksi dunia yang mengesankan menjadi kumpulan ikon peta yang mudah dicerna. Dengan memaksa pemain untuk mendaki gunung yang berbahaya atau mengarungi rawa yang pekat, Wukong mengarahkan Anda untuk mempercayai prosesnya. Meminimalkan waktu menu akan membuat Anda lebih tenggelam dalam lanskap yang menakjubkan. Begitulah kemungkinan yang terjadi ketika sebuah game berhati-hati dalam mengkurasi pengalaman, alih-alih mengagungkan fantasi pilihan pemain.


0 Komentar